Syukurku untuk jantung yang masih berdetak, untuk paru-paru yang memompa udara tanpa jeda, untuk mata yang masih bisa menatap wajah orang-orang yang amat tersayang,untuk telinga yang mendengar pelbagai alunan nada indah alam kurnianya, untuk kaki yang kuat menopang tubuh dan tak lelah ku ajak berjalan dan berlari.
Syukurku untuk lesan yang masih mampu berbicaara untuk lidah yang masih bisa merasa,untuk bibir yang masih bisa tersenyum,untuk wajah bersih tanpa cacat dan noda.
Ketika banyak orang merasaa miskin di tengah-tengah kekayaan maka kita harus merasa kaya ditengah keterbatasan kita,ketika ada banyak orang kekurangan di tengah keberlimpahan mereka kita harus merasa lebih dengan segala kekurangan kita dan ketika diantara mereka merasa sepi dengan keramaian mereka maka kita harus bisa tersenyum bahagia di tengah kesunyian yang kita hadapi.
Ini semua karena sesungguhnya di tempat sana ada orang yang lebih menderita dari kita, mereka sangat membutuhkan uluran tangan, perhatian dan juga perlindungan kita karena maka dari itu kita harus banyak bersyukur atas apa yang selama ini kita punya dan harus menjaga semua yang kita punya.
Lebih-lebih lagi kita hidup ini kita harus mempunyai dan mengerti konsep diri kita karena manusia hidup itu membutuhkan konsep agar kita akan semakin tau semakin mengerti siapa dan darimana kita berasal sebenarnya.
Seperti yang dikatan oleh Burn (1993) kalau konsep diri itu adalah kesan terhadap diri sendiri secara keseluruhan yang mencakup pendapatnya terhadap diri sendiri, pendapat tentang gambaran diri di mata orang lain dan pendapatnya tentang hal-hal yang akan dan telah dicapainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar