Minggu, 03 Oktober 2010

Fakta Kehidupan

Betapa beruntungnya kita yang bisa menikmati hidup,dengan segala sesuatu yang serba ada dan juga bisa kita punya,maka kita wajib bersyukur atas apa yang kita punya.

Kita juga harus menoleh ke belakang dan kesamping kita tepat dimana segerombol anak-anak hidup dengan serba kekurangan tidak seperti kita.

Contohnya tepat disudut sana disamping tempat pusat belanja yang biasa kita sebut mall,disana aa kehidupan orang-orang yang tidak mampu,mereka hidup di tempat yang tidak layak untuk di tempati pendapatan merekapun tak pernah pasti.

Diantara keluarga itu,kita ambil saja contohnya keluarga bapak sumarji (bukan nama asli) Bapak sumarji mempunyai 1 orang istri dan 4 orang anak,mereka hidup dengan serba kekurangan oleh sebab itu anak-anak merka tidak bisa menikmati pendidikan sekolah hingga SMA jangankan SMA,SMP pun di antara mereka belum ada.

2 di antara anak bapak sumarji yang tua (laki-laki) bekerja sebagai tukang sopir angkot
1 (perempuan) sebagai penjual asongan tepatnya di terminal sebelah tempat tinggalnya beserta keluarga.

Gadis bungsu pak sumarji sendiri masih duduk di kelas 3 di yayasan pendidikan gratis disekitar rumahnya dengan jadwal yang tak pasti (sekolah kalau ada waktu luang saja) hari demi hari dia habiskaan untuk ngamen,bantuin bawa belanja’an orang di pasar dan ngojek paying ketika musim hujan.lemba yayasan ini memang tidak segtu menuntut anak didiknya untuk setiap hari sekolah karena di lembaga ini 80% anak didiknya mempunyai nasip seperti gadis kecil ini,tidak mampu dan juga tidak mempunyai banyak waktu untuk belajar.

Istri bapak sumarji sudah almarhumah,pak sumarji sendiripun terhitung sudah 2 tahun hanya bisa berbaring di atas dipan yang sudah tidak bisa berdiri tegak karena di si rayap yang tiap hari menggrogoti tempat ini.

Bisa dikatakan mungkin saja bapak sumarji ini shock dan menyesal atas perbuatanya kepada anak laki-lakinya yang no.3.

Bapak sumarji mungkin sudah tertutup mata hatinya hanya gara-gara tidak bisa memenuhi segala kebutuhan keluarganya sehari-hari dia tega memotong kaki kanan anak laki-lakinya dengan sengaja dan menyuruhnya mengemis di pinggir jalan agar ketika ada orang melihatnya dia merasa iba terhadap anaknya.

Mungkin inilah yang dinamakan hidup,kita harus sering-sering bersyukur terhadap apa yang kita miliki dan mengetahui bahwasanya diluar sana banyak orang-orang yang butuh uluran tangan dari kita.

Keluarga seperti ini tidaklah kita jauhi justru kita harus memberi motivasi untuk kehidupannya kedepan,kita harus memberikan mereka semangat untuk membawqa hidupnya lebih baik dari yang sekarang dahn harus kita beritahu kalau toh hidup itu memang harus di nikmati dengan kerja keras agar kita bisa mencapai tujuan dan hidup itu tidak harus direnungi saja.

Seperti yang dikatakan oleh (Abraham Lincoln). Siapapun anda,apapun warna kulit anda,apapun pendidikan anda dan dari manapun anda berasal ,jadilah yang terbaik maka semua orang akan menghargai anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar