Psikologi adalah ilmu yg mempelajari proses mental dan jiwa dalam kaitannya dengan prilaku manusia. Banyak tokoh yang berjasa mengembangkan kajian psikologi ,salah satu yang terkenal adalah “SINGMUND FREUD”
Psikologi sendiri lahir pada tahun 1800 dan tergolong ilmu baru.
1) konsep diri
Gambaran seseorang mengenai diri sendiri yg merupakan gabungan dari keyakinan fisik,psikologis,sosial,emasional,aspiratif,dan prestasi yg mereka capai.
Sedangkan menurut:
1) Calhaun dan acocela(1995)
Adalah gambaran mental
2) Hurlock(1979)
Adalah gambaran seseorang mengenai diri sendiri yg merupakan gabungan dari keyakinan fisik,psikologis,sosial,emosional aspiratif,dan prestasi yg mereka capai.
3)Burn(1993)
Adalah kesan terhadap diri sendiri secara keseluruhan yg mencakup pendapatnya terhadap diri sendiri,pendapat tentang gambaran diri di mata orang lain dan pendapatnya tentang hal-hal yg di capai.
Konsep diri terbagi menjadi 2 macam:
1) konsep diri komponen kongnitif (self image)
Pengetahuan individu tentang “who am I” yg memberi gambaran tentang diri saya yg di sebut dg “Citra diri”
2) konsep diri komponen afektif(self esteem)
Penilaian individu terhadap dirinya sendiri yang akan membentuk bagaimana penerima’an terhadap diri dan harga diri individu.
Jadi dapat di simpulkan bahwa konsep diri adalah apa yg di rasakan dan di pikirkan oleh seseorang mengenai dirinya sendiri.
Pengembangan konsep diri, menurut:
1) Calhoun dan acocela(1995)
Ketika lahir manusia tidak memiliki konsep diri,pengetahuan,harapan tentang hidup dan penilaian terhadap diri sendiri,maksudnya:individu tidak sadar da adalah bagian yg tidak terpisahkan dari lingkungan.
2) Bee(1981)
Pada mulanya anak mngobservasi fungsi dirinya seperti apa yg mereka lihat pada oang lain.
3) Willey
sumber pokok informasi untuk konsep diri adalah interasi dengan orang lain.tokoh yg mengatakan ini fakta adalah C.H.Cooley yg memperkenalkan pengertian diri tampak seperti cermin.
4) Cooley
Kita menggunakan orang lain untuk menunjukkan siapa diri kita,kita membayangkan bagaimana pandangan mereka terhadap kita,selanjutnya gambaran diri berkembang men jadi 2 tahap
1)kita menginternalisasikan sikap orang lain terhadap kita.
2)kita menginternalisasikan norma masyarakat dengan kata lain konsep diri: cipta’an sosial dan hasil belajar dari interaksi dengan orang lain.
5) C.H.Cooley Hurluck (1979)
Membagi konsep diri menjadi 2:
Primer:
terbentuk berdasarkan pengalaman anak di rumah yg berhubungan dengan anggota keluarga yg lain seperti:orang tua dan saudara.
Sekunder:
terbentuk dari lingkungan luar.
6) Calhoun dan accocela (1979)
Tentang sumber informasi yang penting dalam membentuk konsep diri,seperti:
Orang tua:kontak sosial paling awal dan kuat.
Teman sebaya:kontak kedua.
Masyarakat:dalam masyarakat temat norma-norma yg akan membentuk konsep diri pada individu.
Jadi kesimpulannya: Konsep diri tidak berkembang dengan sendirinya tetapi berkembang dengan adanya interaksi dengan individu yg lain khususnya dengan lingkungan sosial.
2)ASPEK-ASPEK konsep diri
Calhoun dan accocela (1995)Mengatakan ada dimensi atau aspek dari konsep diri;
1) pengetahuan
Dalam benak individu terdapat satu daftar yg menggambarkan dirinya,kelengkapan atau kekurangan fisik,usia,pekerja’an,agama dll.
Pengetahuan tentang diri juga berasal dari kelompok sosial yg di identifikasikan oleh individu tersebut dan masukkan ke dalam potret dari mental individu.
2) Harapan
Individu mempunyai keinginan untuk mencapai suatu titik tujuan.
3) Penilain
Di dalam ini individu berkedudukan sebagai penilai tentang diri sendiri,apakah bertentangan dengan:
1.Who am i:pengharapan bagi individu
2. Seharusnya aku menjadi apa?
(Standar bagi individu)
Jadi kesimpulannya semakin tidak sesuai antara harapan dan standar diri maka akan semakin rendah haarga diri seseorang.dan hasil penilaian ini disebut harga diri.
Pengaruh konsep diri individu terhadap prilaku individu menurut:
Pujijongjanti mengatakan ada 3 peranan penting:
1) Konsep diri berperan dalam mempertahankan keselarasan batin.bila timbul persa’an,pikiran dan persepsi yg tidak seimbang atau berlawanan maka akan terjadi iklim psikologi yg tidak menyenangkan sehingga akan mengubah prilaku.
2) Keseluruhan sikap dan pandangan individu terhadap diri berpengaruh besar terhadap pengalamannya,setiap individu akan memberikan penafsiran yag berbeda terhadap sesuatu yg di hadapi.
3) Konsep diri:penentu pengharapan individu jadi pengharapan intai dan konsep diri.
Konsep diri merupakan seperangkat harapan dan penilaian yg menunjukkan pada harapan tarsebut.
Sikap dan pandangan negative terhadap kemampuan diri menyebabkan individu menetapkan titik terhadap harapan yg rendah sedangkan titik tolak yg rendah menyebabkan individu tidak mempunyai motivasi yg tinggi.
Jadi kesimpulannya:Konsep diri selain berperan sebagai pengharga’an juga berperan sebagai sikap terhdap diri sendiri dan penyeimbang bagi individu.
Calhoun dan accocela (1995)
Membagi konsep diri menjadi 2:
1. Positif yaitu yakin pada kemampuan dirinya sendiri dalam mengatasi masalah-masalah.
-merasa sejajar dengan orang lain
-menerima pujian tanpa rasa malu.
-sadar bahwa tiap orang mempunyai keragaman perasa’an,hasrat dan perilaku yg tidak di setujui masyarakat serta mampu mengembangkan dirinnya karena sanggup mengungkapkan asek-aspek kepribadian yg buruk dan serta berupaya untuk mengubahnya.
Konsep dari positif sendiri di bagi 2:
a) Pandangan terhadap seseorang terhadap dirinya tidak teratur,tidak memiliki kestabilan dan keutuhan diri,hal ini dapat terjadi karena ketidamampuan menyesuaikan diri.
b) Konsep diri yang terlalu stabil dan terlalu teratur atau kaku karena polah asuh dan didikan yg sangat keras.
Jadi dapat disimpulkan bahwa konsep diri yang positif adalah penerima’an yg mengarahkan individu ke arah sifatyg rendah hati,dermawan,dan tidak egois.
2) Negatif
Konsep diri negatif kebalikan dari yg positif,cirinya:
- Peka terhadap kritik
- Responsif terhadap pujian
- Punya sifat hiperkritis
- Cenderung tidak di sukai orang lain
- Dan psimistis terhadap kompetisi.