Kamis, 26 Januari 2012

GANGGUAN KEPRIBADIAN



Gangguan kepribadian didefinisikan sebagai pola pengalaman dan perilaku tidak wajar sehubungan dengan pemikiran, perasaan, hubungan pribadi, dan pengendalian dorongan keinginan.

Karakter-karakter seseorang diperlihatkan oleh kepribadiannya, yakni oleh pola pikir, perasaan, dan perilaku kebiasaan yang dimilikinya. Bila orang itu tidak dapat menyesuaikan diri dengan orang lain dan cendeung antisosial, maka ia dapat di asosiakan menderita gangguan kepribadian.
Kebanyakan gangguan kepribadaian bukanlah penyakit dalam arti sebenarnya, karena mereka tidak memiliki masalah emosional, kecerdasan, atau pencerapan indrawi. Meskipun demikian, orang yang menderita gangguan kepribadian mengalami kehidupan yang tidak menyenangkan. Tidak mengherankan bila penderita gangguan kepribadian juga dihubungkan dengan kegagalan mencapai tujuan.
Disini akan saya jelaskan 10 dari macam-macam gejala gangguan kepribadian yang diidentifikasikan dalam DSM-VI (Diagnostic and Statistical manual of mental Disoders) seperti yang di telah di jelaskan dibuku yang diterbikan oleh American psychiatric Association, yaitu:
1.    Gangguan antisosial (Antisocial personality Disorder).   
Yaitu kurangnya penghargaan atas nilai-nilai moral yang dianut oleh masyarakat. Ini ditandai dengan ketidaksanggupan untuk hidup berdampingan dengan orang lain atau mematuhi aturan-aturan masyarakat. Gangguan seperti ini juga sering disebut psikopat/sosiopat.
2.    Gangguan kepribadian antisosial atau sikap menghindar (Avoidant Personality Disorder).
 Ditandai dengan penginderaan secara sosial, rasa tidak setara dengan orang lain, serta luar biasa sensitif terhadap kritik.
3.    Kondisi psikologis yang tidak stabil (Borderline Personality Disorder = BPD).
Yakni kurangnya kesadaran akan identitas pribadi, perubahan gejolak perasaan yang begitu cepat, hubungan antar pribadi yang kurang stabil dalam panadangan terhadap diri sendiri.
4.    Gangguan pola ketergantungan terhadap oranglain (Dependent Personality Disorder = DPD).
Yaitu  rasa tergantung yang berlebihan terhadap orang lain. Penderita tidak sanggup membuat keputusan apapun tanpa bantuan oranglain. Rasa takut bila berpisah dengan oranglain serta memiliki sikap patuh yang berlebihan. Oleh karena itu, gangguan sejenis ini ditandai oleh ketidaksanggupan sendiri serta kurangnya rasa percaya diri.
5.    Gemar berpura-pura (Histrionic Personality Disorder = HPD).
Orang dengan gangguan ini kerap memperlihatkan reaksi berlebihan terhadap berbagai situasi emosional dan selalu bersikap pura-pura (seolah-olah sedang bermain sandiwara atau drama) dalam perilaku sehari-hari. Ekspresi emosional selalu beubaj-ubah dengan cepatnya.
6.    Gangguan kepribadian yang menghambakan diri sendiri (narsitik) (Narcissistic Personality Disorder = NPD).
 Orang dengan gangguan jenis ini selalu mengkhayalkan kebesaran atau keagunggan diri sendiri, kurang berempati terhadap orang lain, sangat mendambakan untuk di hormati oranglain, dan tidak sanggup melihat sudut pandang orang lain, serta terlalu sensitif pada pendapat orang lain.
7.    Gangguan kepribadian obsesif-kompulsif (Obsesive-Compulsive Personality Disorder).
 Di cirikan oleh sikap mendambakan kesempurnaan yang berlebihan (Perfeksionis) dan terlalu kaku. Dikuasai oleh pola-pola pikiran dan tingkah laku yang tidak terkendali.
8.    Gangguan kepribadian berupa rasa takut berlebihan pada sesuatu atau orang lain (paranoid) (Paranoid Personality Disoder = PPD).
Ditandai oleh rasa tidak percaya berlebihan terhadap orang lain, termasuk ketakutan tidak beralasan bahwa orang menindas, membahayakan, atau mencoba menyerang dirinya. Merasa bahwa orang lain senantiasa menipu mereka,. Percaya pada makna-makna tersembunyi, dan tidak sanggup memaafkan karena senantiasa mendendam.
9.    Gangguan kepribadian skizoid (Shizoid Personality Disoder).
Pada umumya, ditandai oleh variasi emosi terbatas, baik dalam mengekspresikan atau mengalami sesuatu, dan dingin terhadap relasi sosial.
10.                    Gangguan kepribadian skizotipal (Schizotypal Personality Disorder).
Yakni, Penyimpangan pola pikir, keyakinan ganjil, dan penampilan, preilaku, pola hubungan dengan orang lain, serta pemikiran yang tidak wajar (seperti meyakini bahwa ia mengalami fenomena-fenomena gaib dan memiliki kekuatan gaib).

A.J. Maharani dkk. Kiat Mengatasi Gangguan Kepribadian.
Maguwoharjo, Depok, Sleman, Jogjakarta.
Ar-Ruzz Madia.

Celoteh Anak


Belajar Bersama Anak, Melihat Cermin Diri


Dunia anak adalah dunia penuh misteri, karena dunia anak adalah dunia yang tidak bisa ditebak oleh akal dewasa. Seorang anak, kadang polos, lugu, bicaranya “telanjang” dan mencerminkan kejujuran, kritis terhadap segala hal, bahkan juga terkadang seperti layaknya orang dewasa, dia bisa bikajsana, penuh perhitungan dan bersahaja.
Dari kemisteriusan dunia anak-anak itu tersimpan berbagai makna, falsafah hidup, cerminan jiwa dan keagungan Allah Swt. Atau dengan kata lain, anak-anak adalah pengejawantahan nilai-nilai murni dari Allah untuk dipancarkan kepada orang-orang yang ada di sekitarnya.
Yang jadi masalah saat ini adalah orang sekitarnya itu tidak peka dan tidak pernah belajar terhadap anak sehingga mereka pun sering salah paham dan kemudian membuat hal-hal yang bisa merusak perkembangan anak-anaknya. Seperti dijelaskan di atas bahwasanya anak adalah pengejawantahan nilai-nilai dari Allah, yang itu berarti jika orang-orang yang ada disekitarnya bisa memahami dan bahkan menyerap nilai-nilai yang terkandung didalamnya, Dan semua itu bisa didapatkan sebuah kepastian bahwa segala perilaku yang ditimbulkan akan sangat mencerminkan nilai-nilai ketuhanan.
Ada beberapa nilai suci yang ada dalam diri anak yang jarang sekali dimiliki oleh orang dewasa. Nilai-nilai tersebut adalah : Pertama, Nilai kepasrahan total. Dalam hal ini, Seorang anak itu awalnya adalah suci bersih bagai kertas putih yang tak ternoda tinta sedikitpun, Karena suci maka apapun yang dilakukan oleh orang dewasa kepada dirinya akan diterima dengan pasrah. Totalitas kepasrahan inilah yang membuat anak itu menjadi cerminan nilai-nilai ketuhanan.
Kedua, Nilai kejujuran. Seorang anak kadang begitu telanjang mengungkapkan ketidaksukaan atau segala sesuatu yang dianggapnya ketidaksukaan atau segala sesuatu yang dianggapnya tidak sesuai dengan hati nuraininya dengan melakukan perlawanan. Hal itu diwujudkannya dalam bentuk kata kritis, Sikap perilakunya yang aneh dan suka menentang, atau bentuk-bentuk lain yang dianggap orangtua atau orang sekelilingnya merasa tidak nyaman.
Ketiga, Nilai ketenangan, Seorang anak selalu memancarkan cahaya ketenangan dalam segala perilakunya. Jarang ada dalam kehidupannya sesuatu yang bisa membuatnya tidak tenang dan merasa terbebani, kecuali hal-hal yang sifatnya biologis atau hal-hal yang berkaitan dengan bentuk fisik yang memang harus dipenuhi. Dunianya adalah dunia yang sebatas dirinya, karena itulah dia akan memancarkan ketenangan dalam menghadapi hidup yang ada di sekitarnya.
Keempat, Nilai kesucian. Anak adalah pancaran nilai-nilai ketuhanan. Karena dia adalah pancaran nilai ketuhanan. Karena dia adalah pancaran nilai ketuhanan, maka sudah pasti anak memancarkan nilai-nilai kesucian. Segala perilaku dan tindak-tanduknya selalu mencerminkan nilai-nilai kesucian. Hanya manusia di sekitarnyalah yang bisa mempengaruhi dan membuatnya menjadi jiwa-jiwa yang kotor.
Kelima, Nilai keindahan. Jika kita ingin mendapatkan gambaran keindahan tuhan, Maka lihatlah pada diri seorang anak. Lihatlah pada perilaku dan sikapnya yang polos, lugu, dan tidak memancarkan nilai-nilai kejahatan. Jika suatu saat anak menjadi keras, kasar, dan suka kejahatan, maka hal itu bukan kesalahan dari anak tapi terletak pada lingkungan sekelilingnya yang telah mendidik dan mempengaruhinya.
Kelima nilai-nilai ketuhanan yang ada pada diri anak itulah yang sekiranya tergambar pada masing-masing anak. Segala contoh yang dimulai celoteh anak yang dilakukan oleh anak pun bisa memancarkan nilai-nilai tersendiri yang ada pada dirinya, Sehingga sangat layak kiranya kita sebagai orang dewasa untuk menyadari, melihat, merasakan, dan sekaligus bercermin diri, apakah kita sudah sesuai  dengan nilai-nilai tersebut ataukah tidak.

Rabu, 18 Januari 2012

* Kesedihan yang berujung sebuah harapan *

Ku hanya berharap semoga
Kenyataan sedih yang kurasa ini ada hikmahnya
Menjadikan aku makin sabar dan dewasa
Tuk tempuh hari esok yang bahagia ku damba

Kekasih yang telah menghilang
Biarlah menjadi sebuah kenangan
Moga ku dapatkan ganti seseorang
Yang lebih baik dari yang sekarang

Waktu yang kini menjawab cerita cinta.
Semua berlalu & pergi dari sangkarnya.
Kesalahan itu tak dapat mengusir pergi kebenaran.
Pantasnya hukuman itu menyiksa diri ini.
Cinta, bila ada keabadian di hati mu…
Maka abadikan lah cinta ku.
Bersama waktu yang terus berjalan.

Semua Terserah padamu aku begini adanya.
Ku tahu itu sulit bagimu.
Aku bukan yang sempurna dari apapun itu.
Bila kau lihat iba, itulah aku.
Namun ku tak mau untuk di kasihani.
Walaupun ku patut dapat kata kasihan itu.
Biarkanlah aku dengan semua ini.
Karena ku tahu ku tak layak dalam hal terindah ini

Tak akan mungkin mengharapkan mu kembali…
Tak akan mungkin kenangan dapat berubah menjadi bunga kenanga…
Tak bisa waktu berputar kembali lagi…
Tak bisa cinta berubah menjadi benci…
Biarkan cinta yang berkata-kata di balik raungan pekat malam ku…

Oh jiwa yang terkonyak karena cinta
Merana tak tentu arah kemana
Yang dirasa hanya derita tanpa sisa
Ku tak tahu harus kemana singgahnya

Jumat, 13 Januari 2012

Tertawa dapat menghilangkan stres dan mecegah timbulnya penyakit




Bermacam bentuk senyum dapat kita kembangkan. Bisa karena kenangan indah atau lelucon yang dilontarkan teman kita. Tetapi hal ini sering dilupakan ketika orang mengalami persoalan hidup yang berujunng pada stres.
Stres pada saat ini dapat ditimbulkan oleh beberapa sebab dan setiap orang memiliki sebab yang berbeda-beda. Setiap orang pun juga memiliki metode yang berbeda beda dalam mengatasi stres yang dialami.
Stres yang berkepanjangan (kronik) akan menyebabkan sistem kekebalan tubuh (imun) menurun. Akibatnya berbagai penyakit dan kelemahan menurun. Bahkan bisa mengakibatkan penyakit kanker hingga stroke. Tetapi kita bisa tenang, karena hal itu bisa dicegah dengan menggunakan teknik “Escape From Stress”. Teknik ini akan meningkatkan kualitas hidup, pencegahan terhadap penyakit yang mematikan, seperti stroke, serangan jantung, kanker hingga gejala neurosis.
Escape from Stress (EFS) adalah sebuah metode yang sering digunakan belakangan ini. Sebuah metodemanagement stres untuk terbebas dari stres bahkan justru mendapatkan manfaatnya. Banyak program yang telah dikembangakan oleh EFS, antara lain: teknik relaksasi, latihan pernafasan dada dan perut, meditasi medis dan terapi tertawa.

Beban hidup dan tuntutan hidup yang harus dipenuhi adalah salah satu faktor yang  sangat mudah membuat tertawa menjadi barang langka. Padahal tertawa sangat berefek positif pada mental seseorang. Salah satu contoh Hal yang bisa dilakukan adalah seperti mencari hiburan yang membuat kita terbawa oleh suasana lucu tersebut sehingga membuat kita tertawa.

Dalam dunia psikoterapi, tertawa dapat dilakukan dengan terapi tertawa. Tertawa biasa dan tertawa yang dibuat-buat berbeda dengan terapi tertawa. Terapi tertawa merupakan tertawa yang dimulai dengan tahap demi tahap. Sehingga efek yang dirasakan bagi yang tertawa benar-benar bermanfaat.
Contoh terapi yang bisa dimanfaatkan adalah :
Terapi tertawa untuk mengurangi stres sudah banyak dilakukan orang. Tertawa 5-10 menit bisa merangsang pengeluaran endorphine dan serotonin, yaitu sejenis morfin alami tubuh dan juga metanonin. Ketiga zat ini merupakan zat baik untuk otak sehingga kita bisa merasa lebih tenang.

Terapi tertawa merupakan teknik yang mudah dilakukan, tetapi efeknya sangat luar biasa, bahkan dapat menyembuhkan pasien dengan gangguan mental akibat stres berat. Tertawa dalam dunia medis, merupakan obat mujarab ganguan stres atau ganguan penyakit lainnya.

Dari penjabaran diatas dapat di simpulkan bahwa dalam ilmu psikologi dapat dikaji bahwa sesungguhnya tertawa memiliki dampak terhadap tubuh kita, antara lain:
1.      Mengurangi stres. Tertawa akan mengurangi tingkat stress tertentu dan menumbuhkan hormon penyeimbang yang dihasilkan saat stress.
2.      Meningkatkan kekebalan. Tertawa dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena pada dasarnya tertawa membawa keseimbangan pada semua komponen sistem kekebalan tubuh.
3.      Menurunkan tekanan darah tinggi. Tertawa dapat dipercaya mampu mencegah penyakit, seperti penyakit jantung, karena marah dan takut yang merupakan emosi penyebab serangn jantung bisa diatasi dengan tertawa

Galau di lihat dari sisi Psikologi

     "Galau" Satu kata yang sudah tidak asing lagi didengar oleh kalangan remaja hingga Orang dewasa. Bila diperhatikan, tidak jarang kita menemui status facebook atau twitter yang berisi kegalauan dari pemilik akun. Biasanya mereka menunjukkan kegalauan dengan status mengeluh, menunjukkan diri sedang resah, bingung, dan pikiran kacau.
 Bagaimana sebenarnya galau dilihat dari sisi psikologi?
 Apakah ini termasuk gangguan atau tidak?
Orang yang mengalamni kegalauan didalam kehidupanya bisa diartikan dengan kata sedang merasa kacau pikiran, bimbang, bingung, cemas dan gelisah. Kata galau akan lebih tepat bila disebut bimbang, namun pengertiannya lebih pada arah bentuk kecemasan seseorang.
Kecemasan adalah perasaan tidaak nyaman berupa rasa gelisah, takut, atau khawatir yang merupakan manifestasi dari faktor psikologis dan fisiologis. Kecemasan dalam kadar normal merupakan reaksi atas stress yang muncul guna membantu seseorang dalam merespon situasi yang sulit.
Kecemasan dapat dimasukkan dalam teori psikoanalisis. Freud mengatakan kecemasan berkembang dari konflik antara sistem id, ego dan superego tentang sistem kontrol atas energi psikis yang ada.
  • Kecemasan realita adalah rasa takut akan bahaya yang datang dari dunia luar dan derajat kecemasan semacam itu sangat tergantung kepada besarnya ancaman.
  • Kecemasan neurotik adalah rasa takut bila instink atau keinginan pribadi akan keluar jalur dan menyebabkan sesorang berbuat sesuatu yang tidak diinginkan.
  • Kecemasan moral adalah rasa takut terhadap hati nuraninya sendiri. Orang yang hati nuraninya cukup berkembang cenderung merasa bersalah apabila berbuat sesuatu yang bertentangan dengan norma moral.
Galau adalah bentuk kecemasan, sedangkan status FB dan Tweet yang mereka ketik adalah bentuk perilakunya. Cara mengatasi kegalauan bukan hanya terkait dengan usaha menstabilkan diri, namun juga mengatasi masalah yang ada. Problem solving bisa dilakukan dengan cara:
  • Mengubah dorongan kecemasan pada bentuk perilaku lain yang lebih positif.
  • Carilah sesuatu bidang yang dapat membuat kamu bisa lebih berprestasi, diperhatikan, dan disukai.
  • Tekanlah perasaan itu dengan alasan yang rasional dan utarakan di waktu yang tepat.
  • Carilah sebab yang “masuk akal” untuk menjelaskan kenapa hal ini terjadi pada kamu, ini untuk menghindari kecemasan yang tanpa alasan realistis.
  • Cobalah untuk menceritakan pada orang lain perasaan dan masalah kamu agar lebih jelas sebab yang menimbulkan kecemasan itu.
Menggalau tidak masalah bila dilakukan dalam jumlah yang minim, namun tidak dapat ditoleransi bila dilakukan berkali-kali dan sangat sering dilakukan. Sisi positif dari perilaku galau adalah belajar mengakui kelemahan kita dan berpasrah diri atas apa yang sudah kita usahakan. Masih ada tuhan yang memiliki rencana dan kuasa atas segalanya.