Gangguan kepribadian didefinisikan sebagai pola pengalaman dan perilaku tidak wajar sehubungan dengan pemikiran, perasaan, hubungan pribadi, dan pengendalian dorongan keinginan.
Karakter-karakter seseorang diperlihatkan oleh kepribadiannya, yakni oleh pola pikir, perasaan, dan perilaku kebiasaan yang dimilikinya. Bila orang itu tidak dapat menyesuaikan diri dengan orang lain dan cendeung antisosial, maka ia dapat di asosiakan menderita gangguan kepribadian.
Kebanyakan gangguan kepribadaian bukanlah penyakit dalam arti sebenarnya, karena mereka tidak memiliki masalah emosional, kecerdasan, atau pencerapan indrawi. Meskipun demikian, orang yang menderita gangguan kepribadian mengalami kehidupan yang tidak menyenangkan. Tidak mengherankan bila penderita gangguan kepribadian juga dihubungkan dengan kegagalan mencapai tujuan.
Disini akan saya jelaskan 10 dari macam-macam gejala gangguan kepribadian yang diidentifikasikan dalam DSM-VI (Diagnostic and Statistical manual of mental Disoders) seperti yang di telah di jelaskan dibuku yang diterbikan oleh American psychiatric Association, yaitu:
1. Gangguan antisosial (Antisocial personality Disorder).
Yaitu kurangnya penghargaan atas nilai-nilai moral yang dianut oleh masyarakat. Ini ditandai dengan ketidaksanggupan untuk hidup berdampingan dengan orang lain atau mematuhi aturan-aturan masyarakat. Gangguan seperti ini juga sering disebut psikopat/sosiopat.
2. Gangguan kepribadian antisosial atau sikap menghindar (Avoidant Personality Disorder).
Ditandai dengan penginderaan secara sosial, rasa tidak setara dengan orang lain, serta luar biasa sensitif terhadap kritik.
3. Kondisi psikologis yang tidak stabil (Borderline Personality Disorder = BPD).
Yakni kurangnya kesadaran akan identitas pribadi, perubahan gejolak perasaan yang begitu cepat, hubungan antar pribadi yang kurang stabil dalam panadangan terhadap diri sendiri.
4. Gangguan pola ketergantungan terhadap oranglain (Dependent Personality Disorder = DPD).
Yaitu rasa tergantung yang berlebihan terhadap orang lain. Penderita tidak sanggup membuat keputusan apapun tanpa bantuan oranglain. Rasa takut bila berpisah dengan oranglain serta memiliki sikap patuh yang berlebihan. Oleh karena itu, gangguan sejenis ini ditandai oleh ketidaksanggupan sendiri serta kurangnya rasa percaya diri.
5. Gemar berpura-pura (Histrionic Personality Disorder = HPD).
Orang dengan gangguan ini kerap memperlihatkan reaksi berlebihan terhadap berbagai situasi emosional dan selalu bersikap pura-pura (seolah-olah sedang bermain sandiwara atau drama) dalam perilaku sehari-hari. Ekspresi emosional selalu beubaj-ubah dengan cepatnya.
6. Gangguan kepribadian yang menghambakan diri sendiri (narsitik) (Narcissistic Personality Disorder = NPD).
Orang dengan gangguan jenis ini selalu mengkhayalkan kebesaran atau keagunggan diri sendiri, kurang berempati terhadap orang lain, sangat mendambakan untuk di hormati oranglain, dan tidak sanggup melihat sudut pandang orang lain, serta terlalu sensitif pada pendapat orang lain.
7. Gangguan kepribadian obsesif-kompulsif (Obsesive-Compulsive Personality Disorder).
Di cirikan oleh sikap mendambakan kesempurnaan yang berlebihan (Perfeksionis) dan terlalu kaku. Dikuasai oleh pola-pola pikiran dan tingkah laku yang tidak terkendali.
8. Gangguan kepribadian berupa rasa takut berlebihan pada sesuatu atau orang lain (paranoid) (Paranoid Personality Disoder = PPD).
Ditandai oleh rasa tidak percaya berlebihan terhadap orang lain, termasuk ketakutan tidak beralasan bahwa orang menindas, membahayakan, atau mencoba menyerang dirinya. Merasa bahwa orang lain senantiasa menipu mereka,. Percaya pada makna-makna tersembunyi, dan tidak sanggup memaafkan karena senantiasa mendendam.
9. Gangguan kepribadian skizoid (Shizoid Personality Disoder).
Pada umumya, ditandai oleh variasi emosi terbatas, baik dalam mengekspresikan atau mengalami sesuatu, dan dingin terhadap relasi sosial.
10. Gangguan kepribadian skizotipal (Schizotypal Personality Disorder).
Yakni, Penyimpangan pola pikir, keyakinan ganjil, dan penampilan, preilaku, pola hubungan dengan orang lain, serta pemikiran yang tidak wajar (seperti meyakini bahwa ia mengalami fenomena-fenomena gaib dan memiliki kekuatan gaib).
A.J. Maharani dkk. Kiat Mengatasi Gangguan Kepribadian.
Maguwoharjo, Depok, Sleman, Jogjakarta.
Ar-Ruzz Madia.



