1. Nilai E masih relevan kah?
2. Apakah arti dari sebuah nilai E?
Nilai E, secara Psikologis itu masih relevan, Dalam artian bisa dikatakan sebagai tanda nilai dari ketidakmampuan anak dalam suatu bidang-bidang tertentu.
Disini saya akan contohkan seorang anak yang masih duduk di bangku kelas 1 SD. Suatu saat anak merasa tepuruk mendapati nilai di raportnya, yang salah satunya mendapat nilai E. Katakan saja nilai E tersebut jatuh pada bidang matematika sedangkan untuk bidang atau pelajaran yang lain anak mendapatkan nilai yang lumayan meskipun belum bisa di bilang mencapai angka maksimal yaitu antara B dan C. Karena nilainya yang kurang menjamin anak untuk naik kelas hanya gara-gara ada yang didapati E anak harus mengulang kelas atau dalam bahasa lainnya anak tidak naik kelas dan harus tinggal di bangku kelas 1 lagi.
Secara psikologis anak cenderung akan terucilkan baik secara internal ataupun eksternal karena si anak harus mengulang pelajaran tersebut seperti selalu di banding-bandingkan sesama saudaranya, teman-temannya, dan tetangganya dirumah oleh orangtuanya (internal), dan selalu dipojokan dengan ledekin temannya karena anak tidak bisa naik kelas seperti yang lain (eksternal). Adakalanya anak juga harus mulai bisa menerima kenyatan itu sebagai pendoman untuk membuktikan dan berusaha untuk mendapatkan nilai yang lebih bagus dari E.
Ketidaknaikkan anak ketingkatan sesuai dengan kelas hanya gara-gara ada salah satu nilai yang cenderung buruk sebenarnya tidaklah harus seperti tidak naik kelas karena itu hanyalah akan merusak pikologis anak, Jadi seharusnya lembaga-lembaga harus mulai membuat aturan bagi setiap anak yang disalah satu bidangnya mendapati nilai yang kurang menjamin untuk anak naik kelas dengan cara supaya anak masih di ikutkan atau dimasukan ke tinggkatan sesuai dengan yang telah di ikuti selama ini tetapi yang harus digaris bawahi anak harus mengulang (mengikuti) bidang yang dirasa kurang dikuasainya seperti matematik tersebut. Dan untuk pelajaran-pelajaran formal dikelas yang dimasukinya anak juga wajib mengikutinya seperti teman-teman yang lainnya. Dalam kata lain anak di anjurkan untung mengulang kelas matematika kelas 1 untuk memperbaiki nilainya sebelumnya dan untuk membantu anak untuk memahami tingkatan-tingkatan pelajaran matematika selanjutnya di kelas tingkatan-tingkatan kemudaian. Karena Basiclly anak yang kurang mamahami pelajaran yang pertama yang di ajarkan oleh guru maka untuk pemahaman bab-bab berikutnya anak akan mengalami kesulitan.
*Vila’s Note. .